Nias Utara // Rekam Pena News.my.id // Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, terus berlanjut melalui Program Bakti TNI.
Infrastruktur tersebut dibangun sebagai pengganti jembatan yang sebelumnya rusak akibat diterjang banjir bandang, sehingga diharapkan dapat memulihkan akses transportasi masyarakat.
Jembatan gantung yang dibangun di Desa Mazingo memiliki panjang sekitar 50 meter dan melintasi sungai dengan lebar sekitar 22 meter.
Keberadaan jembatan ini nantinya akan menghubungkan Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili, sehingga mobilitas warga dapat kembali berjalan dengan lebih aman dan lancar.
Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian.
Infrastruktur itu juga diproyeksikan mempermudah akses pelajar menuju sekolah serta mempercepat layanan kesehatan bagi warga di ketiga desa.
Memasuki tahapan pekerjaan saat ini, personel gabungan melaksanakan perakitan besi untuk pembangunan fondasi dan blok angkur sebagai bagian dari konstruksi utama jembatan.
Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 07/Alasa, tenaga tukang, serta masyarakat setempat.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan akses.
Menurutnya, Program Bakti TNI tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga bertujuan membantu memulihkan konektivitas antarwilayah, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pemerataan pembangunan di daerah terpencil.
Dengan berlanjutnya pembangunan tersebut, akses penghubung antara Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili diharapkan segera kembali berfungsi, sehingga aktivitas masyarakat, perekonomian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.
Sumber: Pendam I/Bukit Barisan.
(Redaksi Rekam Pena News.my.id)