// Rekam Pena News // ( 29 - 4 2026 )
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa proses pencarian serta evakuasi korban dalam insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek telah dinyatakan selesai.
Meski demikian, tim gabungan masih tetap berada di lokasi untuk melakukan pengawasan selama tahap pembersihan material kereta yang mengalami kerusakan berat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila masih ditemukan bagian korban yang tertinggal di antara puing-puing gerbong.
Ia menegaskan, apabila dalam proses tersebut ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, petugas akan segera menindaklanjuti sesuai prosedur identifikasi medis yang berlaku.
Dari hasil evakuasi di titik terdampak paling parah, yaitu pada gerbong khusus perempuan, Basarnas mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Selain itu, dalam pendataan akhir, tidak ditemukan korban dari kalangan anak-anak.
Pihak Basarnas memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan mengedepankan standar kemanusiaan, termasuk dalam tahapan identifikasi korban.(red)