JOMBANG // Rekam Pena News // Warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di teras rumah warga pada Senin (18/5/2026) dini hari.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Kasdolah (54). Sekitar pukul 00.30 WIB, ia mendengar suara tangisan bayi dari luar rumahnya.
Karena penasaran, ia kemudian keluar untuk memeriksa sumber suara tersebut.
Saat itulah ia menemukan seorang bayi perempuan tergeletak di teras rumah dalam balutan kain berwarna putih.
Temuan tersebut sontak membuat warga sekitar berdatangan sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas kepolisian bersama tenaga medis kemudian mendatangi lokasi dan segera membawa bayi tersebut ke Puskesmas Mayangan guna mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi bayi dilaporkan sehat meski diduga baru beberapa jam dilahirkan.
Kapolsek Jogoroto AKP M. Djulan mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengarah kepada dua remaja yang diduga terkait dengan penemuan bayi tersebut.
Keduanya diketahui masih berstatus pelajar, masing-masing seorang siswi SMP kelas IX berinisial EK asal Kecamatan Sumobito serta seorang pelajar SMA kelas XI berinisial S dari Kecamatan Mojoagung.
Menurut keterangan sementara, bayi tersebut diduga dilahirkan tanpa bantuan tenaga medis di wilayah Kecamatan Sumobito. Proses persalinan disebut dilakukan sendiri oleh EK dengan bantuan sang pacar.
“Setelah dilahirkan, bayi diduga ditinggalkan di wilayah Jogoroto hingga akhirnya ditemukan warga,” ujar AKP Djulan, Senin (18/5/2026).
Polisi bergerak cepat melakukan penelusuran setelah menerima laporan penemuan bayi.
Petugas mendatangi sejumlah lokasi dan mencari informasi mengenai perempuan yang diduga baru saja melahirkan.
Dari pendalaman yang dilakukan, petugas akhirnya mengarah kepada EK dan S. Polisi menduga selama masa kehamilan, kondisi EK tidak diketahui oleh pihak keluarga maupun lingkungan sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas keseharian remaja tersebut berlangsung seperti biasa, mulai dari bersekolah hingga mengikuti kegiatan mengaji, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar.
Setelah kabar penemuan bayi menyebar, EK disebut sempat mendatangi lokasi penemuan sebelum akhirnya menuju Puskesmas Mayangan setelah mengetahui bayi tersebut sedang menjalani perawatan medis.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif di balik dugaan penelantaran bayi tersebut.
Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus penelantaran atau pembuangan bayi memiliki unsur pidana.
Namun demikian, proses penanganan tetap dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi para pihak yang terlibat.(tim/red)