BLORA // Rekam Pena News.my.id // Seorang petani bernama Wiji (56), warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dengan Kereta Api Ambarawa Ekspres pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur rel KM 72+0 petak Randublatung–Wado, tepatnya di Dukuh Mberan, Desa Sumber.
Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Kradenan bersama anggota Koramil Kradenan dan tim medis dari Puskesmas Menden segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan penyemprotan hama di area persawahan yang berada di dekat jalur rel kereta api.
Usai menyelesaikan pekerjaannya, korban mengendarai sepeda motor menyusuri area di sekitar rel.
Pada saat bersamaan, Kereta Api Ambarawa Ekspres melintas dari arah barat menuju timur.
Masinis telah membunyikan klakson sebagai tanda peringatan, sementara sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga berupaya mengingatkan korban.
Namun, korban diduga tidak mendengar peringatan tersebut sehingga terjadi benturan yang menyebabkan korban terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.
Laporan pertama disampaikan oleh Daman, petugas penjaga palang pintu perlintasan setempat, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Petugas bersama tim medis selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka berat dan dinyatakan meninggal dunia.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Polres Blora mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar jalur kereta api.
Warga, khususnya yang beraktivitas di area persawahan dekat rel, diimbau tidak menggunakan jalur kereta sebagai akses perjalanan serta selalu memperhatikan rambu-rambu keselamatan dan peringatan dari petugas.( red )