REKAM PENA NEWS
🔴 Breaking News: Selamat datang di RekamPenaNews.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    BWBF 2026 Resmi Ditutup, Bojonegoro Perkuat Posisi Sebagai Pusat Kreativitas Wastra Nusantara


    BOJONEGORO – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung meriah selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026 di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. Festival tahunan tersebut kembali menjadi ruang promosi, edukasi, sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

    Ribuan pengunjung memadati area festival untuk menikmati berbagai pameran produk wastra, karya perajin batik, pertunjukan seni budaya, hingga produk unggulan UMKM dari berbagai daerah.

    Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan BWBF 2026 yang dinilai menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, perajin, komunitas kreatif, dan masyarakat.

    "Alhamdulillah seluruh rangkaian Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 dapat berlangsung dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi daerah dalam satu panggung kreatif," ujarnya saat penutupan festival, Sabtu (20/6/2026).

    BWBF tahun ini menghadirkan partisipasi luas dari pelaku UMKM, OPD, komunitas kreatif, serta perwakilan sekitar 38 kabupaten dan kota dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Kehadiran berbagai daerah tersebut semakin memperkaya ragam produk budaya dan memperluas peluang kerja sama antardaerah.

    Menurut Cantika Wahono, penyelenggaraan BWBF menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari jumlah peserta dan pengunjung, tetapi juga dari kualitas produk, inovasi desain, serta kemampuan para perajin dalam mengikuti perkembangan pasar.

    Festival ini juga menjadi sarana pembelajaran dan promosi bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri kreatif nasional.

    Dekranasda Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha lokal agar semakin berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

    Selain menjadi ajang promosi budaya, BWBF 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas UMKM, sektor pariwisata, dan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

    Dengan berakhirnya BWBF 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Dekranasda berharap semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif dapat terus tumbuh sehingga produk-produk lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Red) 
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال