BOJONEGORO // Rekam Pena News.my.id // Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) tahun 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Pelatihan Dasar Tagana Muda.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas relawan muda dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya penguatan sumber daya manusia di bidang kebencanaan, sejalan dengan tema nasional HUT Tagana tahun 2026, yakni “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri.”
Tagana merupakan organisasi relawan sosial yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade, Tagana berperan dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan saat kondisi darurat, hingga membantu proses pemulihan pascabencana.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa pelatihan Tagana Muda diharapkan dapat melahirkan generasi relawan yang memiliki kemampuan dasar, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teori kebencanaan, tetapi juga membangun karakter relawan agar memiliki kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya manajemen penanggulangan bencana, pertolongan pertama, teknik evakuasi korban, pengelolaan posko, komunikasi darurat, hingga simulasi penanganan bencana.
Pembekalan diberikan oleh instruktur dari unsur Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya.
Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana, seperti banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran lahan pada musim kemarau.
Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan personel dan relawan yang mampu bergerak secara cepat serta terkoordinasi.
Melalui kegiatan ini, Dinsos Bojonegoro berharap keberadaan Tagana Muda dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Peringatan HUT ke-22 Tagana juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi berbagai ancaman bencana.
Dengan adanya regenerasi relawan melalui pelatihan dasar tersebut, Tagana diharapkan tetap mampu menjalankan perannya dalam kegiatan sosial kemanusiaan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.(red)