REKAM PENA NEWS
🔴 Breaking News: Selamat datang di RekamPenaNews.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    DPRD Morotai Dorong Pelatihan Operator Sekolah untuk Optimalkan Pengelolaan Data Pendidikan

    MOROTAI // Rekam Pena News.my.id // Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pulau Morotai untuk segera menggelar pelatihan bagi operator sekolah. 

    Langkah tersebut dinilai penting guna meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan sekaligus mengantisipasi kendala administrasi yang berpotensi memengaruhi penyaluran Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di masa mendatang.

    Naswin menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.


     Menurutnya, sebagai daerah kepulauan yang berada di kawasan perbatasan, Pulau Morotai membutuhkan sistem pendidikan yang didukung oleh tata kelola data yang baik dan akurat.

    “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Karena itu, berbagai kendala yang dapat menghambat layanan pendidikan perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Naswin, Kamis (18/6/2026).

    Ia menyoroti sejumlah satuan pendidikan di tingkat SD, SMP, dan PAUD yang belum menerima Dana BOSP Tahun 2026. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan di daerah.

    Naswin menilai pelatihan operator sekolah perlu dilaksanakan secepatnya mengingat tahun ajaran baru 2026/2027 akan segera dimulai. 

    Selain itu, pembaruan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang memahami proses pendataan dan sinkronisasi data secara tepat.

    Dapodik merupakan sistem yang digunakan untuk mendata berbagai komponen pendidikan, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga sarana dan prasarana sekolah. Data yang tersimpan dalam sistem tersebut menjadi salah satu dasar dalam penentuan alokasi Dana BOSP.

    Menurut Naswin, seluruh sekolah perlu memastikan proses sinkronisasi data dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar data pendidikan yang tercatat tetap valid dan dapat digunakan dalam berbagai program pemerintah.

    Selain itu, ia juga menyoroti keterbatasan jumlah operator sekolah di beberapa wilayah desa. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan administrasi pendidikan, terutama bagi sekolah yang masih mengandalkan bantuan operator dari satuan pendidikan lain.

    Sebagai solusi, Naswin mendorong keterlibatan lulusan teknologi informasi di Pulau Morotai untuk berkontribusi membantu sekolah-sekolah dalam pengelolaan data pendidikan. 

    Menurutnya, potensi sumber daya manusia lokal dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus membuka peluang pengabdian bagi generasi muda daerah.

    Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi yang baik antara kepala sekolah dan operator agar proses pendataan dapat berjalan lebih efektif.

     Kerja sama yang optimal dinilai akan membantu memastikan seluruh data pendidikan tersusun secara lengkap, akurat, dan tepat waktu.

    Naswin berharap persoalan yang terjadi saat ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama bagi pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan. 

    Dengan pengelolaan data yang lebih baik, diharapkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai dapat terus meningkat dan mendukung kemajuan daerah di masa mendatang.





    Reporter: Sutan Fatih
     
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال