MALANG // Rekam Pena News.my.id // Pemerintah Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mulai memperkuat langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kerja sama dengan PT Baruna Madhavi Atharrazka (BMA).
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi warga.
Kerja sama tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sumberporong, Rabu (10/06/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah desa, perwakilan perusahaan, serta para pelaku usaha setempat.
Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, mengatakan bahwa potensi ekonomi masyarakat desa perlu mendapat pendampingan yang berkelanjutan agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa, terdapat sekitar 750 pelaku UMKM dan usaha masyarakat yang bergerak di berbagai bidang.
Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Ada sekitar 750 UMKM dan pelaku usaha di Desa Sumberporong. Ke depan kami ingin melakukan pembinaan dan pengembangan secara lebih terarah agar potensi yang ada bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah desa berharap dapat membangun identitas produk unggulan desa yang mampu menjadi ciri khas Sumberporong sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.
Selain meningkatkan daya saing produk, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin mengembangkan usaha maupun keterampilan di sektor ekonomi kreatif.
Dari pihak mitra, PT Baruna Madhavi Atharrazka menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan UMKM melalui pendampingan, penguatan pemasaran, serta pengembangan jaringan usaha.
Perwakilan PT BMA, RT. Endro Wiyono Kusumawijaya, menilai bahwa pemasaran masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi banyak pelaku UMKM. Oleh karena itu, penguatan akses pasar menjadi bagian penting dalam program yang akan dijalankan bersama pemerintah desa.
“Kami melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Salah satu fokus yang perlu segera dilakukan adalah memperkuat pemasaran produk-produk yang menjadi unggulan desa,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT BMA, Hery Cahyono, menjelaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah pendataan dan pemetaan potensi usaha masyarakat secara lebih terstruktur agar program pembinaan dapat berjalan tepat sasaran.
Menurutnya, hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan, pengembangan usaha, serta kerja sama dengan berbagai pihak yang dapat mendukung kemajuan UMKM di Desa Sumberporong.
Pemerintah Desa Sumberporong berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor usaha lokal.
(Red)