// Rekam Pena News.my.id // Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (PORSADIN) Ke-VII tingkat Kecamatan Kanor sukses digelar.
Ajang dua tahunan ini kembali menjadi panggung penting dalam menjaring bakat, mengembangkan potensi, serta mencari bibit-bibit unggulan generasi muda madrasah yang siap berlaga di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam kompetisi yang dipusatkan di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, pada Minggu (21/6/2026) tersebut, Madin Muhammadiyah Cangaan tampil mendominasi dengan memborong sejumlah prestasi membanggakan di berbagai cabang lomba.
Pada cabang olahraga bulu tangkis putri, santriwati atas nama Shofia Ramadhani Azzahra sukses menyabet Juara 1, setelah menyisihkan rival-rival kuat dari berbagai madrasah diniyah se-Kecamatan Kanor.
Dominasi prestasi Madin Muhammadiyah Cangaan tidak berhenti di lapangan olahraga. Di panggung seni dan bahasa, mereka juga berhasil mengamankan podium:
Juara 2 Cabang Pidato Bahasa Indonesia diraih oleh Nafisa Qonita Aqila.
Juara 3 Cabang Kaligrafi, yang diraih oleh Hana Humaira Ramadhani.
Raihan impresif ini menjadi bukti nyata bahwa pola pembinaan di Madin Muhammadiyah Cangaan berjalan seimbang, tidak hanya berfokus pada kedalaman ilmu keagamaan, tetapi juga adaptif dalam melejitkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri para santri.
PORSADIN yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) ini memang dirancang sebagai wadah strategis untuk membangun karakter, sportivitas, serta mental berkompetisi secara sehat sejak dini.
Lebih dari itu, ajang ini menjadi filter awal untuk menjaring bibit unggul yang diproyeksikan mewakili kecamatan di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Kepala Madin Muhammadiyah Cangaan, Adam Firmansyah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas determinasi yang ditunjukkan oleh anak-anak didiknya.
Ia menegaskan, torehan manis ini merupakan buah dari sinergi yang solid di internal madrasah.
"Prestasi ini adalah hasil kerja keras para santri, dukungan penuh dari orang tua, serta ketelatenan para ustaz dan ustazah dalam melakukan pembinaan.
Ini membuktikan bahwa madrasah diniyah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dan berprestasi, tetapi juga tetap berakhlaqul karimah. Semoga ini menjadi pelecut motivasi bagi santri lainnya," ungkapnya.
Melalui momentum PORSADIN Ke-VII ini, madrasah diniyah kembali mempertegas perannya dalam mencetak elemen generasi muda yang disiplin, tangguh, dan siap bersaing positif di era modern.
Dari arena di Simorejo inilah, embrio atlet, seniman, serta dai-dai muda masa depan daerah mulai terbentuk dan diasah kemampuannya.
Keberhasilan Madin Muhammadiyah Cangaan mengamankan berbagai trofi kali ini menjadi preseden baik, bahwa manajemen pembinaan bakat yang berkelanjutan akan selalu berbanding lurus dengan capaian prestasi di lapangan.
Penulis: Bu limah.