PONOROGO // Rekan Pena News.my.id // Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan Kodim 0802/Ponorogo di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, mulai menunjukkan geliat positif.
Meskipun pembukaan resmi belum dilaksanakan, kegiatan Pra TMMD telah berjalan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Desa yang berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Ponorogo tersebut menjadi sasaran berbagai pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat mendukung aktivitas warga serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Selama pelaksanaan Pra TMMD, warga bersama personel TNI bergotong royong mengerjakan sejumlah pekerjaan fisik yang telah diprogramkan.
Keterlibatan masyarakat terlihat dari kesediaan mereka meluangkan waktu untuk membantu pengerjaan di berbagai lokasi sasaran pembangunan.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Farauk Saputra, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme warga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.
Adapun sasaran fisik TMMD ke-129 meliputi pavingisasi jalan di Dukuh Ngipik dan Dukuh Gupit, pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, pembangunan talud di Dukuh Gupit, serta renovasi rumah tidak layak huni milik warga.
Selain itu, program juga mencakup pembangunan sumur bor dan perbaikan sejumlah rumah sebagai bagian dari program unggulan TNI Angkatan Darat.
Saat melakukan peninjauan bersama Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, pelaksanaan Pra TMMD dinilai penting untuk mempercepat progres pekerjaan sebelum program memasuki tahap pelaksanaan utama.
Kolonel Untoro menjelaskan bahwa masa pelaksanaan TMMD yang terbatas menuntut adanya persiapan matang sejak awal.
Dengan adanya Pra TMMD, setiap pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas hasil pembangunan.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan jembatan di Dukuh Bibis. Jembatan yang sebelumnya berupa konstruksi sederhana dari bambu akan diganti dengan jembatan beton sepanjang 11 meter dan lebar 3,2 meter.
Infrastruktur tersebut dirancang mampu dilalui kendaraan bermuatan hingga 10 ton sehingga dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Melalui berbagai pembangunan yang dilakukan, TMMD ke-129 diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bulu Lor, baik dalam meningkatkan akses transportasi maupun mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.(Tim/red)