BOJONEGORO // Rekam Pena News.my.id // Sejumlah warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, masih menantikan kejelasan penyelesaian persoalan pengelolaan dana Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang selama ini menjadi perhatian anggota kelompok tani setempat.
Perhatian masyarakat tertuju pada proses penyelesaian persoalan yang melibatkan mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sidorejo berinisial WR.
Hingga kini, masyarakat mengaku belum memperoleh informasi terbaru terkait tindak lanjut penyelesaian yang sebelumnya sempat dibahas dalam forum bersama.
Dalam pertemuan yang digelar beberapa waktu lalu dan dihadiri anggota Gapoktan, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya, WR disebut menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut dalam kurun waktu beberapa hari.
Namun, setelah jangka waktu yang disampaikan berlalu, sejumlah warga menilai belum terdapat perkembangan yang dapat menjawab harapan anggota kelompok tani maupun masyarakat yang menunggu kepastian penyelesaian.
“Saat pertemuan sebelumnya memang disampaikan akan ada penyelesaian dalam beberapa hari. Sampai sekarang masyarakat masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Berdasarkan informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat, dana PUAP yang belum dipertanggungjawabkan nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp40 juta.
Dana tersebut merupakan bagian dari program yang bertujuan mendukung pengembangan usaha dan aktivitas pertanian anggota kelompok tani.
Kondisi ini menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan petani yang berharap dana program dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana tujuan awalnya.
Mereka juga berharap seluruh pihak terkait dapat berperan aktif dalam mendorong penyelesaian persoalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga meminta adanya kepastian mengenai langkah penyelesaian yang akan ditempuh, baik melalui mekanisme musyawarah maupun jalur hukum apabila diperlukan.
Menurut mereka, kejelasan sangat penting untuk menjaga kepercayaan anggota kelompok tani serta memastikan pengelolaan dana program berjalan sesuai aturan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan lanjutan dari WR terkait perkembangan realisasi komitmen penyelesaian yang sebelumnya disampaikan dalam forum pertemuan tersebut.(red)