BOJONEGORO//Rekam Pena News.my.id// Pengerjaan proyek pembangunan jaringan irigasi di Desa Mojoranu,Kecamatan Dander,Kabupaten Bojonegoro,yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp3.164.172.700, masih berlangsung.
Dalam penelusuran di lapangan,tim investigasi media menemukan sejumlah bagian lantai dasar beton yang tampak mengalami keretakan atau pecah yg hampir merata.
Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya dilakukan pemberitaan dan konfirmasi kepada pihak terkait mengenai kualitas pekerjaan,khususnya pada bagian lantai dasar beton.
Berdasarkan hasil pengamatan awak media di lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026,terlihat sejumlah retakan pada bagian cor beton lantai dasar jaringan irigasi yang masih dalam proses pengerjaan.
Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan,mengingat proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut belum sepenuhnya selesai.
Meski demikian,penyebab keretakan belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten.
Saat melakukan penelusuran di area proyek,awak media berupaya menggali informasi mengenai kondisi lantai dasar beton serta perkembangan pelaksanaan pekerjaan.
Namun,awak media belum berhasil menemui pengawas maupun pelaksana proyek untuk memperoleh penjelasan secara langsung.
Di lokasi,awak media hanya bertemu dengan sejumlah pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan.Belum diperolehnya keterangan dari pengawas atau pelaksana tersebut membuat informasi mengenai penyebab keretakan,metode pengerjaan,serta langkah penanganan yang akan dilakukan masih belum dapat dipastikan.
Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro selaku pihak terkait.
Pemeriksaan langsung di lapangan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis,standar mutu beton,dan ketentuan dalam kontrak pekerjaan.
Selain itu,pihak terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap bagian lantai dasar yang mengalami keretakan serta menentukan langkah perbaikan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan teknis ditemukan adanya ketidaksesuaian.
Pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah menjadi hal penting untuk memastikan kualitas pekerjaan,ketepatan pelaksanaan, serta pemanfaatan anggaran sesuai peruntukannya.
Hingga berita ini disusun, penyebab keretakan pada lantai dasar beton tersebut belum diketahui secara pasti,Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro maupun pihak pelaksana proyek guna mendapatkan penjelasan dan klarifikasi yang berimbang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak dinas terkait,pengawas,maupun pelaksana proyek untuk memberikan keterangan mengenai kondisi pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tersebut.
Sumber:(Tim)
(Redaksi Rekam Pena News.my.id)