Oponi // Rekam Pena News //
*Jati diri media massa itu apa sih? Balik ke 9 elemen jurnalisme tadi:*
1. *Loyal ke warga, bukan ke kuasa & duit*
Jati dirinya: _public service_. Bukan corong pejabat, bukan budak klik, bukan jualan framing pesanan. Tugasnya nyari kebenaran buat publik, titik.
2. *Disiplin verifikasi*
Sekarang banyak yang ngejar _speed_ & _viral_. Judul clickbait, berita copy-paste, isu digoreng tanpa cek. Jati diri media = saring dulu, bukan nyebar dulu.
3. *Jadi watchdog, bukan poodle*
Ngawasin yang berkuasa, bukan duduk manis di acara kementerian sambil nunggu amplop. Kalau ada yang salah, berani nulis. Itu jati dirinya.
4. *Kasih forum, bukan gema*
Ruang publik harus diisi suara beragam, bukan cuma 1 kubu yang bayar. Kalau media isinya cuma "echo chamber", dia udah khianat sama jati dirinya.
*Kenapa media kayak kehilangan jati diri?*
1. *Bisnis lagi sekarat* → Iklan lari ke TikTok/Meta. Akhirnya media ngejar traffic, jual sensasi, nerima "berita titipan".
2. *Algoritma ngatur* → Yang rame yang menang. Berita penting soal APBN kalah sama artis selingkuh.
3. *Tekanan politik & pemilik* → Banyak media punya bos partai/pengusaha. Independensi susah.
*"Kembali ke jati diri" artinya apa konkretnya?*
1. *Berani nolak duit haram* — berita pesanan, advertorial nyamar.
2. *Investasi di ruang redaksi* — bayar wartawan layak biar nggak gampang "masuk angin".
3. *Pelan tapi dalem* — nggak apa-apa telat 5 menit asal bener, daripada pertama tapi hoax.
4. *Ingat yang bayar gaji* — pembaca/publik, bukan pejabat. Kalau publik udah nggak percaya, media mati pelan-pelan.
*Tapi publik juga punya PR*: Masih mau bayar buat berita bagus? Atau maunya gratis tapi ngeluh isinya sampah?
Media tanpa jati diri = cuma selebgram berkantor. Nggak ada wibawa, nggak ada guna.
Menurutmu, contoh media yang sekarang masih pegang jati diri itu siapa? pungkas yulinda tan