BOJONEGORO // Rekam Pena News.my.id // Upaya memperluas literasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program edukasi yang inklusif.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang menyasar penyandang disabilitas tunanetra di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur tersebut dilaksanakan di Aula SLB Negeri Sumbang, Bojonegoro.
Peserta kegiatan berasal dari anggota Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran Rupiah sebagai mata uang negara sekaligus simbol kedaulatan bangsa.
Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup cara mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah serta metode identifikasi nominal uang yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tunanetra.
Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menyampaikan bahwa program CBP Rupiah bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggunakan Rupiah dengan bangga, serta memahami fungsi dan manfaatnya dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai uang Rupiah, peserta diharapkan dapat melakukan transaksi secara lebih mandiri dan terhindar dari potensi kesalahan saat berinteraksi dalam kegiatan ekonomi.
Pelaksanaan edukasi berlangsung dengan suasana yang hangat dan komunikatif. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, hingga praktik mengenali karakteristik uang Rupiah secara langsung.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan organisasi penyandang disabilitas dalam mendorong terwujudnya akses informasi dan edukasi yang setara bagi seluruh masyarakat.
Melalui program tersebut, penyandang tunanetra diharapkan tidak hanya memahami cara mengenali dan menggunakan Rupiah dengan tepat, tetapi juga dapat turut menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami mata uang Indonesia di lingkungan sekitarnya.(red)