Surabaya // Rekam Pena News // Pihak rumah sakit di Surabaya memberikan klarifikasi terkait meninggalnya seorang pasien saat insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat (15/5/2026) pagi.
Manajemen menegaskan bahwa pasien tersebut wafat bukan akibat langsung dari kebakaran yang terjadi di area rumah sakit.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, pasien sebelumnya memang sedang menjalani perawatan intensif dengan kondisi kesehatan yang terus menurun.
Saat kebakaran terjadi, tenaga medis bersama petugas rumah sakit segera melakukan penanganan dan proses evakuasi sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat setelah insiden kebakaran di salah satu gedung pelayanan utama rumah sakit rujukan di Jawa Timur itu.
Kebakaran yang terjadi pada Jumat pagi sempat menimbulkan kepanikan, terutama di sekitar Gedung PPJT yang melayani pasien dengan gangguan jantung.
Sejumlah pasien langsung dipindahkan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko paparan asap serta memastikan pelayanan medis tetap berjalan.
Pihak rumah sakit menyebut proses evakuasi berlangsung cepat dengan melibatkan tenaga kesehatan, petugas keamanan internal, dan tim pemadam kebakaran yang segera melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Manajemen rumah sakit kembali menegaskan bahwa pasien yang meninggal dunia memiliki riwayat penyakit serius dan dinyatakan wafat karena kondisi medis yang memburuk, bukan akibat terdampak kobaran api maupun asap dari kebakaran.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, pelayanan kesehatan kepada pasien lain dilakukan secara bertahap.
Rumah sakit juga melakukan evaluasi internal terhadap sistem keamanan dan prosedur tanggap darurat guna memastikan keselamatan pasien serta tenaga medis tetap terjaga.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu tersebut.
Area terdampak juga masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum dapat digunakan kembali secara normal.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena rumah sakit tersebut merupakan salah satu fasilitas kesehatan rujukan utama di Jawa Timur dengan aktivitas pelayanan yang tinggi setiap harinya.
Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dari pihak terkait dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.(ss)