// Rekam Pena News // Pemerintah meresmikan sebanyak 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian dilakukan secara simbolis di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti secara virtual oleh sejumlah daerah lainnya.
Program tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai sebagai langkah untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peresmian berlangsung meriah dan disertai optimisme terhadap peran koperasi dalam mendukung usaha warga di tingkat desa.
Meski demikian, sejumlah masyarakat berharap program koperasi tersebut tidak berhenti pada seremoni peresmian semata.
Warga menilai keberhasilan koperasi sangat bergantung pada pengelolaan yang berkelanjutan, dukungan permodalan, serta pendampingan usaha yang jelas.
Sebagian warga mengaku masih ingin mengetahui lebih rinci mengenai sistem kerja koperasi, bidang usaha yang akan dijalankan, hingga mekanisme pengelolaannya di masing-masing desa.
Transparansi dan kesiapan sumber daya manusia dianggap menjadi faktor penting agar koperasi dapat berjalan optimal.
Koperasi dinilai memiliki potensi besar untuk membantu perputaran ekonomi masyarakat desa, terutama bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan pedagang kecil.
Karena itu, masyarakat berharap keberadaan KDMP benar-benar mampu membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi lokal.
Pengamat pembangunan desa juga menilai bahwa keberlangsungan koperasi membutuhkan pengawasan serta evaluasi berkala agar program tetap berjalan sesuai tujuan awal.
Selain infrastruktur dan administrasi, keberadaan pasar serta jaringan usaha menjadi hal yang turut menentukan keberhasilan koperasi di lapangan.
Dengan jumlah yang cukup besar dan cakupan luas, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat berkembang menjadi wadah ekonomi produktif bagi masyarakat desa, sekaligus memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan.(Brita Blora)