GRESIK // Rekam Pena News // Seorang santri berinisial RAS (15), pelajar tingkat SMP yang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, ditemukan meninggal dunia di area belakang lingkungan pondok pada Rabu (6/5/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh sejumlah santri yang sempat mencari keberadaan korban setelah tidak kembali ke asrama.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area pekarangan belakang pondok.
Kapolsek Kedamean, AKP Ekwan, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mendapat teguran dari pengasuh pondok terkait penggunaan laptop di ruang laboratorium tanpa izin.
“Korban sebelumnya diketahui menggunakan laptop di ruang laboratorium tanpa seizin pengasuh pondok, kemudian mendapat teguran,” ujar AKP Ekwan.
Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sempat mengungkapkan rasa malu usai ditegur. Namun, ucapan tersebut awalnya dianggap sebagai candaan oleh rekan-rekannya.
Beberapa saat kemudian, korban diketahui membawa tali dari area gudang menuju bagian belakang pondok. Karena tidak kunjung kembali, sejumlah santri berinisiatif melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa tersebut.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional atau memiliki kerabat dengan tanda-tanda depresi, disarankan segera mencari bantuan kepada keluarga, tokoh terpercaya, maupun layanan konseling profesional agar mendapat pendampingan yang tepat.(dtk jtm)