Surabaya // Rekam Pena News.my.id // Aksi unjuk rasa yang digelar gabungan elemen mahasiswa dan masyarakat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026), berlangsung dinamis hingga malam hari. Massa aksi menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebijakan ekonomi, sosial, dan politik yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Ribuan peserta aksi berkumpul di kawasan Jalan Gubernur Suryo setelah melakukan long march dari sejumlah titik di Kota Surabaya. Dalam rangkaian aksi, massa menyampaikan orasi, membentangkan spanduk, serta melakukan berbagai bentuk aksi simbolik sebagai media penyampaian aspirasi.
Menjelang malam, situasi di sekitar lokasi aksi mengalami peningkatan ketegangan. Berdasarkan pantauan di lapangan, terjadi insiden pelemparan benda ke arah area kompleks Grahadi yang mengakibatkan kerusakan pada sebagian pagar pembatas di sisi timur kawasan tersebut.
Selain itu, terdengar suara petasan yang dilemparkan ke arah barisan pengamanan. Aparat keamanan yang bertugas memilih melakukan penyesuaian formasi dengan menarik sebagian personel ke area yang lebih aman sambil tetap menjaga objek vital dan mengawal jalannya kegiatan.
Petugas juga beberapa kali menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun merugikan fasilitas umum.
Hingga sekitar pukul 18.48 WIB, kondisi berangsur lebih terkendali meskipun sebagian massa masih bertahan di sekitar lokasi aksi.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, turut memberikan imbauan kepada peserta demonstrasi untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mematuhi ketentuan yang berlaku selama penyampaian pendapat di muka umum.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang mencakup isu ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, transportasi publik, hingga evaluasi terhadap berbagai program dan kebijakan pemerintah.
Aspirasi tersebut disuarakan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pandangan terhadap kondisi yang mereka nilai perlu mendapat perhatian dan pembahasan lebih lanjut.
Di sisi lain, berbagai pihak berharap penyampaian aspirasi dapat terus dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan hukum, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum maupun kerusakan fasilitas publik.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi demokrasi yang berlangsung di Kota Surabaya, sekaligus mencerminkan adanya beragam pandangan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan yang sedang berjalan.(tim/red)