REKAM PENA NEWS
🔴 Breaking News: Selamat datang di RekamPenaNews.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    BNPB Catat Banjir, Angin Kencang, dan Karhutla di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan


    Jakarta // Rekam Pena News.my.id // Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 13 hingga 14 Juni 2026. 

    Peristiwa yang tercatat meliputi banjir, angin kencang, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada permukiman warga dan fasilitas umum.

    Di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (13/6/2026) menyebabkan sungai meluap dan merendam kawasan permukiman.

     Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir terjadi di Kelurahan Salubattang dan Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua.

    Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 10 rumah warga terdampak genangan dengan tinggi muka air mencapai sekitar 30 sentimeter. Selain itu, sekitar satu hektare lahan perkebunan juga ikut terendam.

    Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. BPBD Kabupaten Lingga mencatat sebanyak 80 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri atas 14 rumah rusak berat dan 66 rumah rusak ringan.

    Tidak hanya rumah penduduk, dua fasilitas pendidikan di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin. 

    Hingga kini, petugas masih melakukan penanganan darurat dan pendataan lanjutan guna mempercepat proses pemulihan.

    Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Angin kencang yang menerjang Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, pada Jumat (12/6/2026) mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 12 rumah warga.

    BPBD Kabupaten Dairi telah melakukan asesmen lapangan dan pendataan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditindaklanjuti.

    Di wilayah Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Sabu Raijua.

     Peristiwa tersebut melanda area seluas kurang lebih 20 hektare yang berada di Desa Eimau dan Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah.

    Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD bersama tim gabungan, kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian terbawa angin dan menyebar ke lahan kering di sekitarnya.

     Setelah dilakukan upaya pemadaman selama beberapa hari, api berhasil dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman pada Sabtu (13/6/2026).

    Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran lahan yang masih berpeluang terjadi di berbagai daerah.

    Masyarakat diimbau segera mencari tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama serta mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor. Saat terjadi angin kencang,

     warga diminta menghindari area yang berisiko seperti bawah pohon besar, baliho, dan bangunan yang tidak kokoh.

    Selain itu, BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang rawan kebakaran. 

    Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana bagi masyarakat.


    Sumber: Humas BNPB
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال