REKAM PENA NEWS
🔴 Breaking News: Selamat datang di RekamPenaNews.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    Diduga Curi Uang dan Rokok di Toko Kelontong, Pria Tinggalkan Surat Permintaan Maaf untuk Korban


    MOJOKERTO // Rekam Pena News my.id // Sebuah peristiwa dugaan pencurian di sebuah toko kelontong di wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, menarik perhatian masyarakat setelah terduga pelaku disebut meninggalkan surat permintaan maaf kepada korban sehari usai kejadian.

    Korban diketahui bernama Alfin Setyo Tunggal (37), pemilik toko kelontong yang menjadi lokasi peristiwa tersebut.

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kejadian bermula saat Alfin memergoki seorang pria yang diduga berada di dalam tokonya untuk mengambil sejumlah barang tanpa izin.

    Saat itu, pria tersebut disebut mengakui telah mengambil beberapa bungkus rokok dan berulang kali meminta maaf kepada korban.

     Menurut Alfin, terduga pelaku juga berjanji akan mengganti barang yang telah diambil. Karena merasa iba, Alfin memilih tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum saat itu dan mengizinkan pria tersebut meninggalkan lokasi.

    Korban bahkan mengembalikan kartu tanda penduduk (KTP) yang sempat tertinggal dan tidak langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang.

    Namun, setelah terduga pelaku pergi, istri korban melakukan pemeriksaan terhadap laci penyimpanan uang di dalam toko. Dari pemeriksaan tersebut diketahui terdapat sejumlah uang yang diduga hilang.

    Mengetahui hal itu, Alfin berupaya mencari keberadaan terduga pelaku dengan berbekal alamat yang tertera pada identitas yang sempat dilihatnya.

     Pencarian disebut dilakukan hingga ke wilayah Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Akan tetapi, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga akhirnya dihentikan.

    Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini tengah ditangani Polsek Pungging untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

    Yang menjadi perhatian publik, sehari setelah kejadian, terduga pelaku diduga kembali mendatangi toko tersebut.

     Namun bukan untuk menemui korban secara langsung, melainkan menyelipkan sepucuk surat tulisan tangan di bawah pintu toko.

    Dalam surat tersebut, penulis mengungkapkan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya.

     Ia juga mengaku melakukan perbuatannya karena alasan ekonomi serta kebutuhan biaya pendidikan anak. 

    Selain itu, penulis surat menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan mengganti kerugian yang dialami korban.

    Meski demikian, isi surat tersebut merupakan pengakuan sepihak yang masih perlu diverifikasi. 

    Dugaan tindak pidana yang dilaporkan tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

    Peristiwa ini memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Di satu sisi, terdapat dugaan tindakan yang merugikan korban dan berpotensi melanggar hukum.

     Di sisi lain, muncul narasi mengenai tekanan ekonomi yang disebut menjadi latar belakang peristiwa tersebut.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan fakta yang berkaitan dengan laporan tersebut.

    Sumber: Tim


    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال