BLORA // Rekam Pena News.my.id // Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora menggelar silaturahmi dan dialog bersama paguyuban petani tebu di Aula Arya Guna Polres Blora, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para petani untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pergulaan.
Dalam pertemuan itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora diwakili oleh Kasdim Mayor Arm Imam Sunandar.
Sejumlah perwakilan petani menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan harga tebu dan gula yang dinilai perlu mendapat perhatian, distribusi pupuk bersubsidi, hingga dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan usaha tani tebu di wilayah Blora.
Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah belum beroperasinya fasilitas gilingan milik negara (GMN).
Kondisi itu dinilai berdampak pada proses pengolahan hasil panen tebu sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani terkait potensi kerugian yang dapat terjadi.
Para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, termasuk mempertimbangkan berbagai bentuk dukungan yang dapat membantu meringankan dampak yang dirasakan petani.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menjelaskan bahwa kebijakan terkait pemberian subsidi merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk menyampaikan seluruh masukan yang diterima kepada instansi terkait di tingkat nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat guna mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani tebu.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan apresiasi atas jalannya dialog yang berlangsung tertib dan kondusif.
Ia menilai forum semacam ini penting sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku sektor pertanian.
Forkopimda Blora berharap hasil pertemuan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan langkah-langkah yang mendukung perkembangan sektor pergulaan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan, diharapkan berbagai tantangan yang dihadapi petani tebu dapat ditangani secara bertahap demi menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Blora.
(Red/Rekam Pena News.my.id)