Ngawi // Rekam Pena News.my.id // Infrastruktur penghubung di Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, kini mengalami perubahan signifikan setelah rampungnya pembangunan Jembatan Garuda.
Jembatan permanen tersebut menjadi akses baru yang mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas pertanian di kawasan setempat.
Sebelum jembatan permanen dibangun, masyarakat mengandalkan jembatan sederhana berbahan bambu yang dibuat secara swadaya.
Kondisinya hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kerap mengalami kerusakan, terutama saat debit sungai meningkat pada musim hujan.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Garuda, akses masyarakat menjadi lebih lancar. Selain pejalan kaki dan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat kini juga dapat melintasi jembatan tersebut sehingga distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah.
Kepala Desa Sidorejo, Suharsono, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan TNI Angkatan Darat atas terealisasinya pembangunan jembatan yang telah lama diharapkan masyarakat.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan TNI Angkatan Darat yang telah membangun jembatan di desa kami. Kehadiran jembatan ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat Sidorejo," ujarnya di lokasi Jembatan Garuda, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Suharsono, keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga. Selain menjadi jalur yang lebih aman bagi anak-anak menuju sekolah maupun tempat mengaji, jembatan juga memperlancar aktivitas para petani yang mengelola lahan pertanian di wilayah belakang desa.
Ia menjelaskan, kawasan pertanian yang dilayani jembatan tersebut mencapai lebih dari 50 hektare. Dengan akses yang lebih baik, proses pengangkutan pupuk, benih, hingga hasil panen menjadi lebih efisien.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto berharap Jembatan Garuda mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjadi sarana penunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi yang akan datang.
Judul tersebut bersifat informatif, tidak berlebihan, tidak menghakimi, dan tetap memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan, serta tidak bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia.(Red)