Lombok Tengah, NTB // Rekam Pena News.my.id // Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) terus mengintensifkan upaya pembinaan kesadaran bela negara sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa dalam menghadapi dinamika global dan perkembangan teknologi informasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional (Kapusbelneg Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menegaskan bahwa penguatan kesadaran bela negara memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital memberikan banyak peluang positif, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran disinformasi serta potensi lunturnya nilai budaya dan semangat kebangsaan apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter.
Ia menjelaskan, nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta semangat berkorban demi kepentingan bangsa perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.
Selain menyasar pelajar dan mahasiswa, program pembinaan juga melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperluas penyebaran nilai-nilai bela negara hingga ke lingkungan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung turut mengapresiasi usulan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, terkait pembentukan Kampung Bela Negara.
Menurutnya, gagasan tersebut merupakan langkah konstruktif yang dapat memperkuat implementasi pembinaan bela negara di tingkat desa maupun komunitas.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan akan melakukan koordinasi lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk membahas konsep serta mekanisme pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Pertahanan yang memilih Lombok Tengah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
Menurutnya, pembinaan kesadaran bela negara diharapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah maupun pembangunan nasional.
Terkait usulan Kampung Bela Negara, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan guna menyusun konsep yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga program tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kemhan RI berharap nilai-nilai bela negara semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(red)