BOJONEGORO // Rekam Pena News.my.id // Polemik yang menyelimuti Pemerintah Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya dipenuhi saling silang keterangan, tetapi juga diwarnai sulitnya proses konfirmasi kepada pihak-pihak yang menjadi sorotan.
Berawal dari informasi masyarakat yang menyebut Sekretaris Desa (Sekdes) Guyangan, Yeni Purwaningsih, sudah cukup lama tidak terlihat aktif berkantor, awak media kemudian menelusuri langsung ke Balai Desa Guyangan.
Saat didatangi, baik Kepala Desa Aida Mustofa maupun Sekdes Yeni Purwaningsih tidak berada di kantor sehingga konfirmasi dilakukan melalui sambungan telepon.
Saat dihubungi, Sekdes Yeni sempat mengangkat telepon. Namun percakapan berlangsung singkat karena yang bersangkutan menyampaikan sedang sibuk, lalu mengakhiri pembicaraan sebelum substansi dugaan yang beredar dapat dikonfirmasi secara utuh.
Setelah upaya tersebut, awak media tidak lagi dapat menghubungi nomor yang sama sehingga proses konfirmasi lanjutan tidak dapat dilakukan.
Sementara itu, Kepala Desa Guyangan, Aida Mustofa, juga beberapa kali diupayakan untuk dimintai klarifikasi terkait isu yang berkembang.
Namun hingga berita awal diterbitkan, belum memberikan penjelasan maupun tanggapan atas pertanyaan yang diajukan media.
Di tengah minimnya penjelasan resmi, informasi dari sejumlah perangkat desa justru berkembang.
Beberapa di antaranya mengaku Sekdes tidak aktif berkantor dalam kurun waktu tertentu, bahkan menyebut pelayanan administrasi sempat terdampak.
Mereka juga mengaku mendengar adanya isu pengunduran diri maupun pensiun dini, meski hingga kini belum ada dokumen resmi yang membenarkan kabar tersebut.
Menariknya, saat awak media kembali mendatangi Balai Desa Guyangan pada Kamis (2/7/2026), Yeni Purwaningsih terlihat berada di kantor dan melayani administrasi masyarakat. Di hadapan wartawan, ia membantah seluruh isu yang berkembang.
"Ada apa, Mas? Saya setiap hari masuk kerja. Saya juga tidak pernah memblokir nomor WhatsApp perangkat desa yang lain," ujar Yeni.
Kepala Desa Aida Mustofa akhirnya turut memberikan tanggapan singkat. Ia membantah adanya desakan agar Sekdes mengundurkan diri maupun isu lain yang berkembang.
Meski demikian, perbedaan keterangan antara sejumlah perangkat desa dengan penjelasan Kepala Desa dan Sekdes masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini Pemerintah Desa Guyangan belum membuka data kehadiran, dokumen administrasi, maupun penjelasan resmi yang dapat mengakhiri polemik tersebut.
Selama belum ada klarifikasi resmi yang disertai dokumen pendukung, silang pendapat mengenai kondisi internal Pemerintah Desa Guyangan diperkirakan masih akan menjadi perhatian masyarakat.
Sumber:(red/Rekam Pena News.my.id)