BOYOLALI // Rekam Pena News.my.id // Jum'at ( 21-8-20206 ) Kodim 0724/Boyolali menegaskan kesiapan mendukung upaya pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Komitmen tersebut disampaikan Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin saat mengikuti koordinasi penanggulangan Karhutla bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam koordinasi tersebut, Dandim menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur serta kecepatan dalam merespons apabila terjadi kebakaran.
Menurutnya, penanganan sejak dini diperlukan agar kejadian tidak berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat maupun lingkungan.
“Kami dari TNI siap mendukung dan berkolaborasi dengan seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla. Apabila terjadi kebakaran, kita harus merespons dengan cepat agar api segera dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Gunawan.
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Kodim 0724/Boyolali mengoptimalkan peran jajaran Koramil dan Babinsa untuk memantau kondisi wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Pemantauan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Dandim juga meminta para Babinsa meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan situasi di wilayah binaannya.
Informasi mengenai potensi maupun kejadian kebakaran diharapkan dapat segera dilaporkan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara terpadu.
“Babinsa harus peka terhadap kondisi wilayah. Begitu ada kejadian, segera bergerak, koordinasikan dan lakukan tindakan bersama. Jangan sampai api membesar dan merugikan masyarakat,” katanya.
Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga sebagai bagian dari pencegahan melalui pemantauan dan koordinasi lintas sektor.
Kodim 0724/Boyolali menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Kolaborasi antarpihak dinilai penting untuk menjaga keselamatan warga sekaligus meminimalkan risiko kerusakan lingkungan selama musim kemarau.
( Tim Redaksi Rekam Pena News.my.id )