NGANJUK // Rekam Pena News.my.id // Kehadiran Jembatan Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, membuka kembali akses jalan yang selama bertahun-tahun belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat terputus oleh aliran sungai.
Jembatan tersebut menjadi penghubung bagi jalan sepanjang sekitar 600 meter yang sebelumnya berhenti di tepian sungai.
Kondisi itu membuat warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk menuju wilayah Kecamatan Pace maupun mengangkut hasil pertanian.
Pembangunan Jembatan Garuda melalui program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI AD kini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.
Jalan yang sebelumnya sempat ditinggalkan dan sebagian dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tersebut kembali memiliki fungsi sebagai jalur penghubung antarkawasan.
Kepala Desa Genjeng, Lausin, mengatakan keberadaan jembatan sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya warga yang selama ini harus memutar ketika hendak menuju pasar di Kecamatan Pace.
“Bagi masyarakat Desa Genjeng, jembatan ini merupakan akses menuju Pasar Kecamatan Pace. Selama ini warga harus memutar cukup jauh.
Dengan jembatan ini, mobilitas masyarakat akan jauh lebih mudah,” ujar Lausin saat ditemui di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, manfaat jembatan juga dirasakan para petani. Sebelum jembatan dibangun, hasil panen seperti padi dan jagung harus diangkut melalui jalur alternatif yang melewati Dusun Jampes dan Dusun Karangsono.
“Dulu masyarakat kalau panen tidak bisa lewat sini. Sekarang hasil panen padi maupun jagung bisa langsung diangkut melalui jembatan yang baru dibangun,” katanya.
Lausin menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur tersebut. Ia berharap keberadaan Jembatan Garuda dapat memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Genjeng.
“Selaku kepala desa, saya mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan TNI yang telah membangun Jembatan Garuda di desa kami. Semoga membawa manfaat dan berkah bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menilai pembangunan jembatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian.
Menurut Untoro, akses transportasi yang lebih baik dapat membantu memperpendek waktu tempuh sekaligus menekan biaya pengangkutan hasil pertanian dari sentra produksi menuju lokasi pemasaran.
“Dengan akses yang semakin baik, tentu akan banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya distribusi hasil pertanian akan lebih cepat dan biaya angkut juga dapat ditekan,” kata Untoro saat meninjau pembangunan jembatan.
Ia berharap keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga dapat mendorong munculnya peluang usaha dan pengembangan potensi ekonomi di kawasan sekitar.
Untoro juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut setelah dapat digunakan sepenuhnya.
“Yang terpenting setelah jembatan ini selesai, mari kita jaga dan rawat bersama. Jangan hanya dibangun, tetapi juga harus dipelihara agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Dengan tersedianya Jembatan Garuda, akses warga Desa Genjeng menuju wilayah sekitarnya diharapkan semakin terbuka.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas pertanian, perdagangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses transportasi yang lebih mudah dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan.
(Tim Redaksi Rekam Pena News.my.id)