MADIUN // Rekam Pena News Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat setempat.
Jembatan berjenis Armco tersebut menggantikan akses lama yang selama ini dinilai kurang memadai untuk menunjang mobilitas warga.
Kehadiran jembatan baru itu terutama dirasakan oleh warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Akses yang sebelumnya mengharuskan mereka mengambil jalur memutar kini menjadi lebih singkat sehingga memudahkan proses pengangkutan hasil pertanian.
Kepala Desa Purworejo, Riadi, mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayahnya menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan sekitar 3 hingga 4 kilometer untuk mengangkut hasil panen.
“Mayoritas warga di sini bekerja sebagai petani. Biasanya, untuk mengangkut hasil panen, mereka harus memutar sekitar 3 hingga 4 kilometer. Dengan adanya jembatan ini, jarak tempuh menjadi jauh lebih dekat dan aksesnya juga lebih mudah,” ujar Riadi saat ditemui di lokasi jembatan, Selasa (11/8/2026).
Menurut Riadi, pembangunan Jembatan Garuda merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia berharap keberadaan akses baru tersebut dapat memberikan manfaat bagi aktivitas warga, khususnya dalam menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan pembangunan Jembatan Garuda di sekitar Cangkring, Desa Purworejo. Jembatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat,” katanya.
Antusiasme warga juga terlihat saat mereka melintasi jembatan yang kini telah dapat digunakan. Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pembangunan akses tersebut.
Salah satunya Mbah Warni. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan kegembiraannya atas hadirnya jembatan yang dinilai memudahkan aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, remen, remen banget. Matur suwun sanget Pak Presiden Prabowo,” ucapnya.
Jembatan tersebut dibangun melalui Program Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat. Program ini menyasar sejumlah wilayah yang membutuhkan akses penghubung untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan respons masyarakat terhadap pembangunan Jembatan Garuda cukup tinggi.
Menurutnya, warga di sejumlah lokasi turut bergotong royong mendukung proses pembangunan.
“Euforia masyarakat terhadap program Jembatan Garuda ini sangat luar biasa.
Mereka antusias, bergotong royong, dan bahkan berlomba-lomba memberikan dukungan agar pembangunan dapat berjalan optimal,” ungkapnya.
Untoro menjelaskan, kebutuhan terhadap jembatan muncul karena di sejumlah wilayah masyarakat sebelumnya harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi salah satu faktor yang membuat mobilitas warga kurang efisien.
“Di berbagai daerah, banyak kita jumpai masyarakat yang dulunya harus memutar jauh, bahkan ada yang hampir sepuluh kilometer untuk beraktivitas sehari-hari.
Bahkan ada pula masyarakat yang harus menyeberangi sungai karena ketiadaan jembatan,” jelasnya.
Dengan beroperasinya Jembatan Garuda di Desa Purworejo, akses masyarakat kini menjadi lebih dekat. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat di wilayah sekitar.
Bagi warga, jembatan ini bukan hanya penghubung antarsisi sungai. Akses baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperlancar aktivitas sehari-hari dan membuka peluang mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat.
(Tim Redaksi Rekam Pena News.my.id)