MADIUN // Rekam Pena News.my.id // Pertemuan Gabungan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD V/Brawijaya digelar di Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan langkah organisasi Persit di lingkungan Kodam V/Brawijaya.
Pertemuan dipimpin Ketua Persit KCK PD V/Brawijaya Ny. Vira Rudy Saladin dan diikuti secara daring oleh jajaran Persit di wilayah PD V/Brawijaya. Sementara Persit Koorcab Rem 081 bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.
Ketua Persit Koorcab Rem 081, Ny. Frieda Untoro, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya untuk menjadi penyelenggara.
Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga memperkuat hubungan kekeluargaan di antara anggota Persit yang selama ini mendampingi dan mendukung tugas para prajurit.
Dalam arahannya, Ny. Vira Rudy Saladin mengatakan pertemuan gabungan memiliki arti penting dalam membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menyatukan persepsi dalam menjalankan berbagai kegiatan Persit.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Persit diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, baik bagi keluarga prajurit maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
“Persit bukan hanya pelengkap dalam dinamika tugas seorang prajurit TNI Angkatan Darat, tetapi merupakan wadah bagi para anggotanya untuk bertumbuh, mengabdi, dan memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Vira mengajak anggota Persit menjadikan tiga nilai sebagai pijakan dalam menjalankan peran sehari-hari, yakni cerdas, elegan, dan berdampak.
Ia menjelaskan, menjadi Persit yang cerdas berarti mampu menjalankan peran sebagai istri dan ibu secara bijaksana, memberikan dukungan kepada suami, sekaligus berperan dalam membentuk karakter anak.
Menurutnya, keberhasilan orang tua tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian materi maupun jabatan, tetapi juga dari kemampuan membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, humanis, dan peduli terhadap sesama.
Sementara itu, sikap elegan, kata dia, tidak harus diwujudkan melalui kemewahan. Ia mengingatkan anggota Persit agar bijak menyikapi berbagai konten kehidupan yang ditampilkan di media sosial dan tidak mudah terbawa pada pola hidup konsumtif.
“Persit identik dengan kesederhanaan,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga rasa kebersamaan di lingkungan Persit tanpa membedakan latar belakang pangkat maupun profesi suami.
Menurutnya, seluruh anggota memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari keluarga besar Persit.
Adapun nilai berdampak diwujudkan melalui kepedulian dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, anggota Persit didorong untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Selain pengarahan organisasi, pertemuan tersebut juga diisi dengan sejumlah materi. Salah satunya sosialisasi mengenai kesehatan jantung yang disampaikan dr. Thursia Noorsyam.
Peserta juga mendapatkan paparan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang disampaikan Jajang Abdul K selaku Regional CEO RO VIII Surabaya.
Kegiatan semakin semarak dengan adanya pameran produk UMKM Persit jajaran Koorcab Rem 081. Berbagai produk hasil kreativitas anggota Persit ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan hingga aneka makanan dan minuman.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pertemuan gabungan Persit PD V/Brawijaya diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi internal organisasi, tetapi juga mendorong anggota untuk terus mengembangkan potensi serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
(Tim Redaksi Rekam Pena News.my.id)