Bojonegoro // Rekam Pena News // Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota Bojonegoro, pada Selasa (28/4/2026).
Pengedukan sedimen di aliran Kali Avour dilakukan secara bersama-sama sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir saat musim penghujan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Babinsa, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Ketua RT setempat, Linmas, hingga warga sekitar yang turun langsung ke lokasi untuk membersihkan endapan lumpur dan sampah yang menghambat aliran air.
Sedimen yang menumpuk selama berbulan-bulan dinilai menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya arus air saat hujan deras turun. Kondisi itu kerap memicu luapan air ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Dengan alat seadanya dan dukungan alat berat dari Dinas SDA, proses pengerukan berlangsung sejak pagi. Warga tampak antusias ikut serta, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan pentingnya menjaga saluran air tetap berfungsi optimal.
Babinsa setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal pengerukan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan banjir harus dimulai dari kepedulian lingkungan.
“Kalau saluran bersih, air lancar, risiko banjir bisa ditekan. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas SDA menegaskan bahwa pengerukan ini merupakan respons cepat atas keluhan warga yang khawatir terhadap ancaman genangan saat intensitas hujan meningkat.
Warga berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan menjadi agenda rutin agar Kali Avour tetap terjaga dan kawasan Kepatihan terbebas dari ancaman banjir musiman.(wawan.s)