Bojonegoro // Rekam Pena News.my.id // Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, akhirnya membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada Rabu (24/6/2026) pagi setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari.
Korban diketahui bernama Ahmad Alfan Roby (18), warga Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo, sehingga memicu operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur terkait.
Proses pencarian dilakukan secara terpadu oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, relawan kebencanaan, aparat setempat, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Berbagai metode pencarian diterapkan dengan menyisir area sungai yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Memasuki hari kedua operasi pencarian atau H+2, tim kembali melakukan penyisiran sejak pukul 08.53 WIB.
Fokus pencarian diarahkan pada sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban berdasarkan kondisi arus dan hasil evaluasi pencarian sebelumnya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan korban disambut suasana haru oleh keluarga maupun para petugas yang selama dua hari terakhir terlibat dalam proses pencarian.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan ketentuan dan prosesi yang berlaku.
Kehadiran tim gabungan dalam proses evakuasi juga menjadi bentuk dukungan kepada keluarga yang tengah berduka atas musibah tersebut.
Sebagai wujud kepedulian sosial, BPBD Kabupaten Bojonegoro turut menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa dua paket sembako kepada keluarga korban.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati sekaligus dukungan moral kepada keluarga yang kehilangan salah satu anggota keluarganya.
Pihak BPBD mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di sekitar sungai maupun kawasan perairan terbuka.
Kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada musim tertentu, dinilai memiliki potensi bahaya yang perlu diantisipasi oleh masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan faktor keselamatan, tidak melakukan aktivitas berisiko tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di wilayah perairan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Tim SAR gabungan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian sejak hari pertama hingga korban berhasil ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan di kawasan perairan.
Kehati-hatian dan kewaspadaan diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: Humas BPBD Kabupaten Bojonegoro