Mojokerto // Rekam Pena News.my.id // ALASTUA TNI Angkatan Darat (Alumni Angkatan 1991 Gelombang 2) wilayah Malang Raya melaksanakan kegiatan survei medan dan pemetaan jalur di kawasan Gunung Penanggungan, Mojokerto, pada 18–19 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan awal menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026.
Survei dilakukan untuk memetakan kondisi jalur pendakian, mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan perhatian khusus, serta menyiapkan lokasi yang direncanakan menjadi titik pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih.
Selain itu, tim juga menyusun rencana pengamanan dan jalur evakuasi guna mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, ALASTUA TNI AD melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur, relawan SAR, tenaga medis, serta dukungan seekor anjing pelacak (K-9) yang digunakan untuk membantu pemetaan medan dan pemeriksaan area tertentu.
Ketua ALASTUA TNI AD Malang Raya, Mashadi, mengatakan kolaborasi lintas instansi dilakukan agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lebih terencana dan memperhatikan aspek keselamatan peserta maupun kelestarian lingkungan.
"Kami berupaya menyatukan berbagai unsur agar seluruh persiapan dilakukan secara matang, mulai dari keamanan jalur, kesiapan evakuasi, layanan kesehatan, hingga upaya menjaga kelestarian kawasan hutan," ujarnya.
Ketua Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur, Agustinus Tedja, menyampaikan pihaknya mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi dalam aspek kemanusiaan dan keselamatan.
Menurutnya, keterlibatan personel beserta anjing pelacak K-9 diharapkan dapat membantu proses pemetaan medan sekaligus mendukung pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, perwakilan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Yudhi Pramistyanto, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Ia menegaskan pihaknya akan memberikan pendampingan terkait penggunaan jalur yang dinilai aman serta sesuai dengan ketentuan pengelolaan kawasan.
Perwakilan unsur SAR Malang, Yohanes GS, juga menyampaikan bahwa pemetaan jalur tidak hanya bertujuan mendukung pelaksanaan upacara, tetapi juga sebagai langkah untuk memastikan kesiapan jalur evakuasi apabila terjadi kondisi darurat.
Selain unsur SAR, tim medis turut menyatakan kesiapan memberikan layanan kesehatan selama pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Berdasarkan rencana panitia, puncak peringatan HUT Ke-81 TNI akan diisi dengan pengibaran Bendera Merah Putih di kawasan puncak Gunung Penanggungan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi simbol semangat persatuan serta sinergi antara TNI dan berbagai elemen masyarakat dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
(TIM REDAKSI REKAM PENA NEWS.MY.ID)