Magetan // Rekam Pena News.my.id // Masyarakat Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kini memiliki akses penyeberangan yang lebih aman setelah Jembatan Garuda resmi dibangun dan mulai dimanfaatkan.
Infrastruktur tersebut menggantikan jembatan lama berbahan kayu yang selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya penghubung antarwilayah dan dinilai sudah tidak layak digunakan.
Kepala Desa Ngaglik, Parno, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebelumnya kerap menimbulkan kekhawatiran bagi warga. Selain telah lapuk dimakan usia, papan pijakan yang licin pernah menyebabkan seorang warga hampir terjatuh saat melintas.
Menurutnya, masyarakat sempat beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya dengan mengganti papan-papan yang rusak. Namun, karena kondisi konstruksi yang sudah tua, upaya tersebut hanya mampu menjadi solusi sementara.
"Jembatan lama sudah tidak aman. Warga memang rutin bergotong royong memperbaikinya, tetapi kerusakannya terus berulang sehingga diperlukan pembangunan yang lebih permanen," ujar Parno saat peresmian Jembatan Garuda, Selasa (14/7/2026).
Atas nama masyarakat, Parno menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan TNI Angkatan Darat atas terealisasinya pembangunan jembatan yang dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjelaskan bahwa Jembatan Garuda memiliki nilai strategis karena menjadi penghubung antara Kecamatan Parang dan Kecamatan Ngariboyo.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menyebutkan, sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar 14 kilometer. Kini, dengan adanya Jembatan Garuda, jarak tempuh dapat dipersingkat menjadi kurang lebih 4 kilometer sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.
Selain mempermudah akses kendaraan roda dua dan roda empat, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, serta berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Omi Girindra Sasmito mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga bersama personel TNI menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penyelesaian proyek tersebut.
Ia berharap Jembatan Garuda tidak hanya menjadi infrastruktur penghubung antarwilayah, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong perkembangan desa-desa di sekitarnya melalui akses transportasi yang lebih baik.
(Tim/Redaksi Rekam Pena News.my.id)