Banda Aceh // Rekam Pena News.my.id // Suasana di Banda Aceh sempat memanas pada Sabtu (15/8/2026), bertepatan dengan peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.
Sekelompok massa dilaporkan mendatangi Pendopo Gubernur Aceh setelah sebelumnya memusatkan kegiatan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang memasuki halaman pendopo.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 42 detik yang diunggah akun Facebook bernama Tamrin, terlihat bendera Merah Putih yang terpasang di halaman pendopo diturunkan dan kemudian digantikan dengan bendera Bulan Bintang.
Video yang beredar juga memperlihatkan massa mencopot lambang Garuda Pancasila yang berada di bagian depan pendopo. Lambang tersebut kemudian terlihat mengalami kerusakan.
Setelah meninggalkan kawasan pendopo, massa dilaporkan bergerak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Dalam perjalanan, sejumlah bendera yang terpasang di sejumlah lokasi disebut turut menjadi sasaran perusakan.
Aksi tersebut berlangsung pada momentum peringatan 21 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang menjadi tonggak perdamaian Aceh.
Hingga berita ini ditulis, situasi di Banda Aceh masih menjadi perhatian aparat keamanan.
Informasi mengenai identitas massa, motif aksi, serta langkah hukum terhadap dugaan perusakan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi dan video yang beredar di media sosial. Verifikasi serta keterangan resmi dari pihak terkait tetap diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.( * )
( Tim Redaksi Rekam Pena News.my.id )