Manokwari // Rekam Pena News.my.id // Komitmen TNI dalam mendukung peningkatan akses dan kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan melalui peresmian ribuan jembatan dan titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia.
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menghadiri peresmian secara terpusat melalui konferensi video (Vicon) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan di wilayah Papua Barat dipusatkan di Kampung Uduwei, Sowi I, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana, Irdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Tri Saktiyono, Kapoksahli Pangdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Juniras Lumban Toruan, Bupati Manokwari Hermus Indou, Kadis PUPR Provinsi Papua Barat Heri Gerson N.
Saflembolo, Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan, Dandim 1801/Manokwari Letkol Inf David Sutrisno Sirait, serta tokoh agama dan sejumlah pejabat TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Dalam laporan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI telah membangun sekitar 3.395 jembatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 798 jembatan berada di wilayah yang terdampak bencana.
Pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu membuka maupun memperbaiki akses masyarakat, termasuk menuju sekolah dan fasilitas kesehatan. Keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas warga serta distribusi kebutuhan dan logistik.
Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada prajurit TNI dan anggota Polri yang menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kehadiran aparat negara agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah terpencil dan desa-desa yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
Di Papua Barat, peresmian ditandai dengan pengoperasian Jembatan Kampung Uduwei, Sowi I, serta penyerahan tali asih kepada masyarakat.
Selain pembangunan jembatan, program tersebut juga mencakup penyediaan 3.008 titik air bersih. Infrastruktur dasar itu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Di wilayah Papua Barat, keberadaan jembatan dan akses air bersih diharapkan turut memperkuat konektivitas serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
( Tim Redaksi Rekam Pena News.my.id )